Berita Terkini

Kendal - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, memberikan pelatihan pembentukan Bank Sampah kepada masyarakat Desa Cepiring. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut mengenalkan pembukuan sederhana sebagai bagian dari tata kelola administrasi dan keuangan Bank Sampah.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan Bank Sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan dan pengumpulan sampah hingga pencatatan administrasi dan keuangan. Pelatihan ini juga menjadi langkah awal untuk mendorong terbentuknya sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur di tingkat masyarakat.
Pelatihan diberikan mengingat Bank Sampah di tingkat RW 1, RW 3, dan RW 4 Desa Cepiring belum memiliki pengelola yang berjalan secara aktif. Oleh karena itu, mahasiswa KKN tidak hanya memperkenalkan konsep dan mekanisme kerja Bank Sampah, tetapi juga memberikan gambaran mengenai sistem administrasi yang dapat diterapkan apabila Bank Sampah mulai dibentuk dan dijalankan di masing-masing wilayah.
Salah satu materi yang diperkenalkan adalah pembukuan sederhana Bank Sampah. Mahasiswa menyediakan contoh template laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam memahami alur pencatatan keuangan. Template tersebut mencakup beberapa komponen utama, seperti pencatatan arus kas, biaya operasional, serta hasil penjualan sampah anorganik kepada pengepul.
Melalui contoh tersebut, masyarakat diperkenalkan pada alur keuangan Bank Sampah sejak sampah dikumpulkan dan dipilah hingga menghasilkan nilai ekonomi. Hasil penjualan sampah anorganik kepada pengepul dapat dicatat sebagai pemasukan, sementara kebutuhan operasional dicatat sebagai pengeluaran. Dengan demikian, setiap aktivitas keuangan dapat terdokumentasi secara lebih jelas dan mudah ditelusuri.
Pengenalan pembukuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencatatan keuangan sejak awal pembentukan Bank Sampah. Pencatatan yang terstruktur dapat membantu pengelola dalam melakukan evaluasi, memantau kondisi keuangan, serta meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana.
Mahasiswa KKN berharap contoh template tersebut dapat menjadi acuan sederhana apabila Bank Sampah di tingkat RW nantinya mulai dibentuk dan beroperasi. Dengan adanya pemahaman mengenai mekanisme pengelolaan dan pembukuan, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mengelola sampah secara lebih teratur, tetapi juga memiliki kesiapan administratif dalam menjalankan Bank Sampah.
Dengan demikian, inisiasi Bank Sampah di tingkat RW tidak hanya diarahkan untuk mengurangi sampah yang dibuang ke lingkungan, tetapi juga membangun sistem pengelolaan yang tertib, transparan, dan berkelanjutan sejak awal pembentukannya.

Penanggung Jawab kegiatan Sosial Kemasyarakatan:
Dipost : 14 Agustus 2026 | Dilihat : 41
Share :